Langsung ke konten utama

Sekali untuk Selamanya (2010)




     Seorang teman suatu hari mengajak saya untuk membuat video promosi bagi event pembuatan novel yang diselenggarakan oleh GagasMedia. Namanya Dian. Novel yang ia kirimkan harus dibuatkan video promosinya dan untuk itulah fungsi video ini sebenarnya. Kalau melihat contoh video promosi yang dikirimkan peserta lain, itu hanya terpaku pada kamera yang merekam dirinya sendiri dan mulai wawancara pribadi tentang keunggulan novel mereka. Tapi, apa salahnya kita mencoba membuat video promosi yang berbeda? *keluar tanduk


     Mengajak Intan dan Andy Putera sebagai pemerannya, saya mencoba mengaplikasikan cerita dari novel untuk dimasukkan ke dalam video. Berakhir dengan sebuah amplop yang pada akhirnya menceritakan kisah sebenarnya dari peran yang dimainkan oleh para aktris. Tentu saja isi amplopnya adalah novel yang bertitel ‘Sekali Untuk Selamanya’. (namanya juga video promosi, jadi yang pada akhirnya harus dipromosikan tentu saja novelnya :D) . Jadi kalau lagi senggang, boleh banget koq dipantengin videonya. Dan kalau ada produser yang tertarik dengan ceritanya, bisa langsung menghubungi teman saya Dian :D Cihuy!

Komentar

Dian Purnama mengatakan…
Hahahahhah.. Many thanks, Yud... Sumapah aku merasa konyol inget2 waktu kita berempat negrjain video itu.wkwkwkwkwkk..
@dian : hahaha... ini kerjaan orang jenius koq :) berarti kita semua jenius :D yeah!

Postingan populer dari blog ini

Diperkosa angin di Batur yang dingin

     “Beneran nih ga apa? Serius nae yud,” suara seorang pemuda tanggung memecah suasana di balebengong sekitar kawasan pos jaga Batur. “Sante aja be, ‘mereka’ pasti datang. Tapi cuma ngeliatin aja koq,” jawabku di sebelahnya diikuti pandangan menunggu dari 1 pemudi dan 2 pemuda lainnya. “Oke, gini ceritanya, waktu itu aku dan adikku pernah ngeliat bayangan hitam gede banget waktu lewat di jalan (tiit),” pemuda yang bernama Abe itu pun memulai ceritanya. “Terus?,” tunggu pemuda lain yang bernama Kris sambil mulai memperhatikan dengan seksama si pemberi cerita. “Awalnya ku kira itu orang yang lagi diem di belakang pohon, eh, ga taunya…” mulai mencondongkan tubuhnya dan… PLAK! “Huwaaa! Apa tuuu?” baik Abe, Kris, pemudi yang bernama Novita, dan pemuda lain yang bernama Rendra lompat dari posisi mereka dan menubruk aku yang berada paling jauh dari suara berdebam tiba – tiba itu. “Tuh kan, iseng banget sih kalian cerita horor di jam 12 malam di kaki gunung Batur...

Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran (Resensi) - 2012

makanan ringan + bacaan berbobot       “ Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perang tengah berkecamuk di Pasifik…” Sebuah catatan pada tahun 1957 tercipta dari tangan seorang generasi Indonesia keturunan Cina. Namanya Soe Hok Gie. Seseorang yang hidup pada era orde lama yang selanjutnya menjadi salah satu tokoh penting dalam pergerakan perubahan yang terjadi di Indonesia saat itu.

MENEMANI PERJALANAN PADA MASA PANDEMI

Pandemi kali ini membuat saya banyak menghabiskan waktu untuk diri sendiri. Mulai dari melaksanakan perkuliahan bagi mahasiswa saya secara online, kerja  remote , komunikasi lebih banyak menggunakan akses internet dan berbagai macam lainnya dalam kamar studio 5x4 meter di rumah. Keluar rumah hanyalah untuk membeli makanan atau mengambil foto dan video di alam bebas untuk keperluan  project  (tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan). Untuk memenuhi jumlah stok foto yang diinginkan, tentunya saya pergi ke beberapa daerah dan tidak jarang tempatnya saling berjauhan. Ketika berada di area yang cukup sepi, saya mencoba untuk berkomunikasi melalui   texting  WA dengan kawan. Pesan terkirim dengan cepat. Begitu pun kala mengirim  draft  foto dengan email.  Attachment  email sampai dengan selamat. Semua ini tidak lepas dari peran kartu smartfren UNLIMITED dengan Extra Unlimited Malam Full Speed yang masuk di  smartphone . Dengan pemak...