Langsung ke konten utama

Kosakatarasa (2011)



      Hai Kamu! Iyaa, kamu yang lagi baca blog ini. Ga usah tolah toleh. Iya, kamu dah. Apakah kamu memiliki perasaan? Bingung ya? Iyalah manusia punya perasaan. Kalo gitu, kamu bisa ga mendeskripsikan rasa yang sedang kamu alami sekarang?
     Halo, bagaimana kabarmu dan kabar kalian semua? Maafkan pembukaan yang agak sedikit ngaco tadi ya. Maklum, cuaca mendung soalnya (apa hubungannya coba? +,+). To the point aja ya?!  Di postingan kali ini bli gung Yudha akan memberikan sesuatu yang istimewa. Menuju tutup tahun 2011 ini, aku akan memberikan persembahan sebuah video yang digarap di dapur Studi_yo [films]. Sesuai dengan judul postingan ini, nama video tersebut adalah KOSAKATARASA.
     Kosakatarasa? What the heaven?? Apaan tu? Wohoho, sabar, ini mau dijelasin sekarang. Kamu tahu kan manusia itu memiliki perasaan? Em, iya.. Terus? Nah, perasaan yang dirasakan manusia itu tentu banyak macamnya. Beragamlah kayak permen Nan* - N*no. Ada manisnya, ada asemnya, ada asinnya. Didalam perasaan terdapat satu kata yang mewakili berbagai macam ‘sesuatu’ yang dialami oleh kita semua. Kita sebut saja Rasa. Dari sini lahir berbagai macam rasa seperti rasa senang, rasa sedih, rasa cinta, rasa jijik de el el.
     Uniknya kita sebagai manusia walaupun mengalami fase rasa yang sama ternyata memiliki deskripsi rasa yang berbeda di setiap kepala. “Kalau aku merasakan cinta, mungkin berbeda dengan pengartian cinta darimu. Atau mungkin dia yang mengatakan cintanya seperti apa? Mereka bagaimana? Rasa cinta menurut mereka seperti apa ya kira – kira?”
     Berangkat dari sana, aku berfikir, apakah mungkin untuk mengumpulkan berbagai pendapat tentang beberapa rasa dari mereka? Mungkin jika berhasil, ini bisa kuteruskan sehingga mampu membuat rangkuman yang mendeskripsikan rasa yang beragam. Layaknya kamus yang memiliki beberapa kosakata dengan pengertiannya.
     Dalam pembuatan video ini, aku juga baru  menyadari bahwa beberapa kawan yang kuajak bergabung dalam projek ini, ketika mendeskripsikan rasa menurut mereka, seolah – olah menjadi pribadi yang belum pernah aku lihat sebelumnya.” Iya, kami berteman.” Tapi di satu waktu saat mendeskripsikan rasa itu menurut mereka, aku menaruh hormat pada setiap keberagaman pendapat dan respon visual maupun verbal yang mereka utarakan dengan sungguh – sungguh. Maybe I’m the luckiest person because now I meet with all of you guys.
     Sebuah karya yang mungkin merupakan target dalam tujuanku dalam pembuatan media audio video dengan menyertakan orang lain (sebanyak – banyaknya) untuk ikut ambil andil dalam video ini. Terima kasih untuk Ayu Cempaka atas kesempatannya berbagi informasi sehingga memunculkan ide ini. Tidak lupa big thanks for Gung Ws, Novita, Gung Wie, Widya, Nitha, Sanjay, Esha, Emi, Kris, Aditya, Angga, Rani, Mertana, Windu, Emik, Prat, Raoul, Yeni, Satria, Gung Ayu, Juni, Man Angga, Rahaji, Lala, Chania, Ayu Susi dan Ono’x sebagai ‘korban’ dalam video ini. Mendengarkan langsung dari kalian tentang berbagai deskripsi rasa itu adalah keberuntungan bagiku. Semoga ini bisa menjadi perenungan bahwa setiap manusia itu unik adanya dan dari keunikan itu kita akan menemukan sesuatu yang indah didalamnya.
disidang didepan filmmaker lain @minikino

Suasana minikino, asiknya rame -rame :D
Nb : Pre Release video ini adalah di minikino Denpasar, hari minggu kemarin (18 Desember 2011). dan yang waktu itu belum sempat lihat videonya, silahkan klik link video Kosakatarasa di atas.

Nb 2 : for whole soundtrack and scouring music, adalah band keren bernama DKantin. Mohon ijin pake lagunya ya kawan. Yang mau lebih tahu tentang Dkantin (eciee, promosi euy), silahkan klik disini



Komentar

Anonim mengatakan…
kalo D'kantin mah saya udah tauuuu,,, kalo mau lebih dalam sama vocalisnya bisa masuk kelas yg mana ya? eh xD

wah, aku mau nonton nie, besok dah pas dikampus, maklum internat di rumah uda berasa siput ngesot gini..
menurut cerita sih katanya keren yakh, aiihhh...
ga sabar nonton besok :D
semangat bligung ^^b
Kalo mau kenal lebih dalam sama vokalisnya, bisa ikutin kelas vokal. Lumayan murah koq. :P

ciee, makasi ya sudah mau nyempatin nonton. Saya menjadi terharu :')
Yuppiie, semangat juga doi \m/ ^^v

Postingan populer dari blog ini

Diperkosa angin di Batur yang dingin

     “Beneran nih ga apa? Serius nae yud,” suara seorang pemuda tanggung memecah suasana di balebengong sekitar kawasan pos jaga Batur. “Sante aja be, ‘mereka’ pasti datang. Tapi cuma ngeliatin aja koq,” jawabku di sebelahnya diikuti pandangan menunggu dari 1 pemudi dan 2 pemuda lainnya. “Oke, gini ceritanya, waktu itu aku dan adikku pernah ngeliat bayangan hitam gede banget waktu lewat di jalan (tiit),” pemuda yang bernama Abe itu pun memulai ceritanya. “Terus?,” tunggu pemuda lain yang bernama Kris sambil mulai memperhatikan dengan seksama si pemberi cerita. “Awalnya ku kira itu orang yang lagi diem di belakang pohon, eh, ga taunya…” mulai mencondongkan tubuhnya dan… PLAK! “Huwaaa! Apa tuuu?” baik Abe, Kris, pemudi yang bernama Novita, dan pemuda lain yang bernama Rendra lompat dari posisi mereka dan menubruk aku yang berada paling jauh dari suara berdebam tiba – tiba itu. “Tuh kan, iseng banget sih kalian cerita horor di jam 12 malam di kaki gunung Batur...

Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran (Resensi) - 2012

makanan ringan + bacaan berbobot       “ Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perang tengah berkecamuk di Pasifik…” Sebuah catatan pada tahun 1957 tercipta dari tangan seorang generasi Indonesia keturunan Cina. Namanya Soe Hok Gie. Seseorang yang hidup pada era orde lama yang selanjutnya menjadi salah satu tokoh penting dalam pergerakan perubahan yang terjadi di Indonesia saat itu.

MENEMANI PERJALANAN PADA MASA PANDEMI

Pandemi kali ini membuat saya banyak menghabiskan waktu untuk diri sendiri. Mulai dari melaksanakan perkuliahan bagi mahasiswa saya secara online, kerja  remote , komunikasi lebih banyak menggunakan akses internet dan berbagai macam lainnya dalam kamar studio 5x4 meter di rumah. Keluar rumah hanyalah untuk membeli makanan atau mengambil foto dan video di alam bebas untuk keperluan  project  (tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan). Untuk memenuhi jumlah stok foto yang diinginkan, tentunya saya pergi ke beberapa daerah dan tidak jarang tempatnya saling berjauhan. Ketika berada di area yang cukup sepi, saya mencoba untuk berkomunikasi melalui   texting  WA dengan kawan. Pesan terkirim dengan cepat. Begitu pun kala mengirim  draft  foto dengan email.  Attachment  email sampai dengan selamat. Semua ini tidak lepas dari peran kartu smartfren UNLIMITED dengan Extra Unlimited Malam Full Speed yang masuk di  smartphone . Dengan pemak...