Langsung ke konten utama

Kisah Seorang Drummer (2011)



     Kisah (hoax) : Menceritakan kegigihan seorang pemuda yang ingin menjadi bagian dari sebuah band punk terkenal, Surviving Shiro. Atas niatnya yang kuat, suatu hari datanglah surat dari surga yang mengantarkan dirinya mengikuti audisi drummer Surviving Shiro. Apakah yang selanjutnya terjadi?

     Di ending film ini kamu yang akan mengambil bagian untuk menentukan akhir dari Kisah Seorang Drummer. Apakah kamu siap membuat ending yang berbeda bagi pemuda tersebut? Siapkan  mouse mu. Play filmnya. Nikmati ceritanya dan tentukan ending yang tepat menurut imajinasimu. Ups, kalau sempat ikuti kuisnya ya. Siapa tahu kamu beruntung :P (Eh? Ini film tentang apa sih? Drummer? Kuis? Ah, sudahlah -___-!)

     Kisah (sebenarnya) : Sebenarnya video ini diikutkan sebagai salah satu peserta video drum yang sempat diselenggarakan di Indonesia. Si Ade alias sang drummer minta tolong agar dibuatkan video drum olehku. Jadi yang lebih dominan disini ya, kegiatan dia mainin salah satu lagu dan terfokus pada drum session nya. Melihat waktu yang cukup mumpuni, langsung saja dengan kejam kuberikan efek – efek drama dan kuis agar lebih menarik (sebenarnya ini total iseng :p). Semua pemain dalam film ini aku buat sangat minimalis. Ada Ade (sebagai pemeran utama film ini dan dulu pemeran film Putuskan Karma dari Korupsi) , ada aku (hayooo, di adegan mana aku muncul? :P), ada Ono’x (aktor yang go Internasional lewat Dunia Pembelajaran Etika Moral dan Budi Pekerti, Behind the Scene nya dan Putuskan Karma dari Korupsi), ada Gus De (aktor berbakat dalam film Video Pembelajaran Bank) serta dibantu oleh Aning (artis dalam Putuskan Karma dari Korupsi serta sebagai stuntman yang terlihat adegan pundak dan kepala bagian belakangnya saja di film ini :P)

     Mengangkat cerita tentang band Surviving Shiro sebagai background cerita, film Kisah Seorang Drummer semoga mampu mengangkat minat drummer Indonesia agar tidak pantang menyerah dan mampu meraih mimpinya (haiyah :P). Oh ya, ada kuis di  ending filmnya. Bagi kamu yang bisa menjawab dengan tepat akan mendapatkan hadiah berupa JALAN – JALAN KE BALI. Menarik bukan? Ayo! Jangan kebanyakan baca tulisan ini, tonton saja filmnya langsung :D (tekdus!)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Anonymous – Sahabat

     Aku lupa kapan pernah pergi ke salah satu SD di daerah Sudirman, Denpasar. Karena harus mengurus suatu urusan yang belum terurus, jadilah waktuku harus teralokasikan sedari pagi disana. Dalam postingan kali ini, sesungguhnya dan sebenarnya, tidak bercerita tentang kegiatan yang kulakukan di SD bersangkutan. Namun lebih kepada puisi tempel dinding yang sekejap mengambil perhatianku dan mematungkan diriku dengan setiap kalimat didalamnya. Sangat polos. Sangat jujur. Sangat keren. 

Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran (Resensi) - 2012

makanan ringan + bacaan berbobot       “ Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perang tengah berkecamuk di Pasifik…” Sebuah catatan pada tahun 1957 tercipta dari tangan seorang generasi Indonesia keturunan Cina. Namanya Soe Hok Gie. Seseorang yang hidup pada era orde lama yang selanjutnya menjadi salah satu tokoh penting dalam pergerakan perubahan yang terjadi di Indonesia saat itu.

Diperkosa angin di Batur yang dingin

     “Beneran nih ga apa? Serius nae yud,” suara seorang pemuda tanggung memecah suasana di balebengong sekitar kawasan pos jaga Batur. “Sante aja be, ‘mereka’ pasti datang. Tapi cuma ngeliatin aja koq,” jawabku di sebelahnya diikuti pandangan menunggu dari 1 pemudi dan 2 pemuda lainnya. “Oke, gini ceritanya, waktu itu aku dan adikku pernah ngeliat bayangan hitam gede banget waktu lewat di jalan (tiit),” pemuda yang bernama Abe itu pun memulai ceritanya. “Terus?,” tunggu pemuda lain yang bernama Kris sambil mulai memperhatikan dengan seksama si pemberi cerita. “Awalnya ku kira itu orang yang lagi diem di belakang pohon, eh, ga taunya…” mulai mencondongkan tubuhnya dan… PLAK! “Huwaaa! Apa tuuu?” baik Abe, Kris, pemudi yang bernama Novita, dan pemuda lain yang bernama Rendra lompat dari posisi mereka dan menubruk aku yang berada paling jauh dari suara berdebam tiba – tiba itu. “Tuh kan, iseng banget sih kalian cerita horor di jam 12 malam di kaki gunung Batur...