Langsung ke konten utama

Ingat makan demi hidup yang lebih baik



         Ada kalanya mahluk seperti Agro merasa kelaparan. Dalam kurun waktu setahun, intensitas kelaparannya mencapai angka 30%. Cukup tinggi dan memungkinkan efek yang sangat berbahaya bagi tubuh. Bagi orang biasa, kejadian ini mirip seperti reality show “Kejamnya Dunia Lain”. 

       Namun entah mengapa bagi mahluk kribo kucel ini, kelaparan seakan menjadi teman seperjuangan yang patut dipertahankan. Alasannya sudah tentu, ketidakmapanan akut seorang anak kos dalam bidang finansial. Apakah yang membuat Agro tetap bertahan hingga sekarang? Apakah ini ada hubungannya dengan gosip bahwa ia seorang PEMUJA SETAN?




       Walaupun Agro sering merasa kelaparan, Ia tetap memilih makanan beradab dan bergizi. Wauw! Sungguh fakta yang patut diragukan kebenarannya. Dengan berbekal kebaikan hati teman – temannya dan tentunya kesempatan makan gratis di beberapa sesi, Agro mempunyai kesempatan untuk hidup. Baginya kesehatan merupakan harta yang berharga. Ia tidak akan mau sembarangan makan walaupun dirinya dalam situasi kelaparan yang sangat berat. Sudah tentu jika ia disuruh memilih, ia akan memilih makan jagung ketimbang makan gelas. Berikut ini adalah saran dari seorang Agro yang sebelumnya sempat berkonsultasi dengan bli gung yudha. Bagi kalian yang tiba – tiba merasa kelaparan namun tidak mempunyai cukup uang untuk membeli makanan, ikutilah cara bli gung yudha.







Sesi Praktek:

1. Selalulah memiliki teman yang bisa dipercaya. Setidaknya jika kepepet, kamu bisa nongkrong di rumahnya sambil ‘membantu’ mengenyahkan camilan yang overload (Sebelum diganyang oleh kumpulan semut). Kenapa harus teman yang dipercaya? Tentunya kamu tak ingin makan camilan yang ditaburi racun tikus kan?




2. Pasang mata awas di supermarket yang baru buka. Latahnya supermarket yang fresh adalah berkeliarannya tester makanan yang aduhai di setiap resto. Semakin banyak resto yang baru, maka semakin banyak bukaan tester yang pastinya gratis…tis…tis. Tak perlu modal banyak, hanya keniatan yang sangat tinggi dicampur posisi restoran yang tepat serta dukungan doa yang manjur. Berharap penjaga tokonya punya penyakit Short Term Memory Loss sehingga ia akan lupa saat kamu berkunjung kembali untuk kesekian kalinya.

3. Acara Kawinan! Apa makna dari acara kawinan yang ada? Bertamu, bertegur sapa, mengucapkan selamat pada mempelai, makan hidangan yang bejibun dan berfoto bermuka bahagia bersama. Bulan depan mengalami pengurangan masalah keuangan? Mulailah mengoleksi undangan kawinan temanmu dari sekarang. Berharap adanya pesta kawinan secara estafet sedari awal bulan.



4. Punya keahlian dan teman di bidang perhotelan? Agenda magang di hotel patut diperhitungkan. Setidaknya selain menambah doku dan pengalaman, kamu bisa bekerja sama dengan teman di bagian kitchen. Pulang dari hotel, berbekal kresekan yang berisi menu standar hotel yang pastinya bergizi.





5.Kalo lagi iseng tapi ingin tantangan, bisa nyobain yang satu ini. Ada beberapa tempat makan yang menyajikan makanan hingga aromanya meruak liar ke jalan. Bisa mencoba duduk di samping lokasi itu berjam – jam sambil menikmati aroma makanan yang beragam. Sangat cocok dipakai untuk melatih kekuatan hidung. Siapa tahu suatu saat nanti kamu bisa membuat resep makanan yang sama berbekal dari ketekunan dan penciuman yang terlatih.  




       Silahkan dianalisa beberapa tips diatas dengan caramu sendiri. Menikmati hidangan bergizi dengan cara yang berbeda tentunya mengundang nafsu makan yang lebih bergelora. Niat mencoba??? Cobain aja :P

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Anonymous – Sahabat

     Aku lupa kapan pernah pergi ke salah satu SD di daerah Sudirman, Denpasar. Karena harus mengurus suatu urusan yang belum terurus, jadilah waktuku harus teralokasikan sedari pagi disana. Dalam postingan kali ini, sesungguhnya dan sebenarnya, tidak bercerita tentang kegiatan yang kulakukan di SD bersangkutan. Namun lebih kepada puisi tempel dinding yang sekejap mengambil perhatianku dan mematungkan diriku dengan setiap kalimat didalamnya. Sangat polos. Sangat jujur. Sangat keren. 

Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran (Resensi) - 2012

makanan ringan + bacaan berbobot       “ Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perang tengah berkecamuk di Pasifik…” Sebuah catatan pada tahun 1957 tercipta dari tangan seorang generasi Indonesia keturunan Cina. Namanya Soe Hok Gie. Seseorang yang hidup pada era orde lama yang selanjutnya menjadi salah satu tokoh penting dalam pergerakan perubahan yang terjadi di Indonesia saat itu.

Diperkosa angin di Batur yang dingin

     “Beneran nih ga apa? Serius nae yud,” suara seorang pemuda tanggung memecah suasana di balebengong sekitar kawasan pos jaga Batur. “Sante aja be, ‘mereka’ pasti datang. Tapi cuma ngeliatin aja koq,” jawabku di sebelahnya diikuti pandangan menunggu dari 1 pemudi dan 2 pemuda lainnya. “Oke, gini ceritanya, waktu itu aku dan adikku pernah ngeliat bayangan hitam gede banget waktu lewat di jalan (tiit),” pemuda yang bernama Abe itu pun memulai ceritanya. “Terus?,” tunggu pemuda lain yang bernama Kris sambil mulai memperhatikan dengan seksama si pemberi cerita. “Awalnya ku kira itu orang yang lagi diem di belakang pohon, eh, ga taunya…” mulai mencondongkan tubuhnya dan… PLAK! “Huwaaa! Apa tuuu?” baik Abe, Kris, pemudi yang bernama Novita, dan pemuda lain yang bernama Rendra lompat dari posisi mereka dan menubruk aku yang berada paling jauh dari suara berdebam tiba – tiba itu. “Tuh kan, iseng banget sih kalian cerita horor di jam 12 malam di kaki gunung Batur...