Langsung ke konten utama

Postingan

Sendu Siang

Sendu siang. Panasnya matahari dengan angin dingin yang bergelayut. Bayanganku terpaku, melihat sang empunya gelisah menatap dinding kokoh yang tenang menjulang. Otak dengan pikiran pun melayang liar meliuk diantara aroma asa yang mengambang perlahan. Siang ini begitu pelan. Detak detik waktu melambat. Perlahan. Seperti terdengar meninggalkan degupan jantung yang mulai ikut menikmati nuansa. Iya. Siang ini terasa sendu.   Rasakan. Sembari kau menutup mata itu.

Berbisiklah...

Berbisiklah padaku sayang. Tentang semua harapan di masa depan.  Rangkul dengan erat, tanpa jeda jika kau bisa.  Ingin kulewati sebuah waktu yang terhenti hanya untuk menatap sepasang mata yang tulus.  Berdiri sama menyisir angin yang mengalir. Menatap kemilau oranye di sudut khatulistiwa.  Di sana sayang, ku harap kau mau meminjamkan pundakmu.  Sejenak. Membuatku nyaman.  Sekejap. Sebelum waktu kembali mengambil jati dirinya.  Sebentar saja, dalam sandaran pundakmu, berbisiklah padaku.

Gelap ini Introspeksi

Ironi Bali

#1 Senyum tulus seorang anak tukang suwun yang harus bekerja hingga malam. @Pasar Badung      Dimulai dari ajakan kawan untuk ikut meramaikan ulang tahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2012 lalu. Namun bukan di ajak ke Jakarta lalu bersalaman dan cipika cipiki sembari berucap, “Hey Bapak Presiden. Selamat ulang tahun!”. Tidak. Tentu tidak. Bapak Presiden tetap dengan selebrasi yang telah disiapkan oleh anak buahnya. Sedangkan kawan saya mengajak saya untuk ikut merayakannya dengan berbagi karya.

Perenungan Perak

      Apa yang spesial di tanggal 10 Januari 2013 ? Bagi aku, jelas, itu adalah momen di mana aku bertambah tua dan dirayakan dengan suka cita. Orang menyebutnya ulang tahun. Sungguh aneh memang, manusia mengarungi langkah kedepan dalam perulangan waktu dan jelas – jelas akan bertambah tua, eh, malah dirayakan :)) Sudahlah. Tua itu pasti, dewasa itu mesti. Di umur yang perak ini aku mesti berfikir dan berperilaku sedikit berbeda dari umur – umur sebelumnya. 25 itu bukan remaja lagi apalagi anak – anak. Seperti batas. Aku merasa umur 25 seperti awal mula pola kehidupan berbeda. Kalau diandaikan umur manusia itu 100 tahun dan dibagi 4 fase kehidupan, maka umur 25 adalah fase kedua dari kehidupan.

Sepenggal cerita (bukan, cerita yang dipenggal – penggal) menuju 2013

31 Desember 2012 – 14.20 wita      Raungan mobil merah menambah jenuh jalanan By pass Ngurah Rai yang memang selalu ramai dengan kendaraan. Pandangan mata pengemudi yang terlihat cantik menatap lewat contact lens abu –abu yang sejatinya agak susah karena minus mata yang tidak sesuai. Di sebelahnya, seorang gadis berhobi ganjil sibuk mengabadikan momen perjalanan lewat kamera handphone . Objek yang diambil sangat beragam. Foto dirinya. Foto si pengemudi.  Foto pengemudi dan dirinya.

2012.. hm.. oke... lalu?

      Eh, lagi sebentar udah tahun 2013 aja loh. Apa yang sudah kamu lakukan sampai saat ini? Pasti banyak banget kalau dijawab. 2012 kemarin ngapain ‘aja ? Udah sempet ngegebet si doi di tanggal 20/12/2012 dan ngajak nikah di tanggal 21/12/2012? Atau sudah ngorder AC se-truk karena panas berkepanjangan tapi waktu dipasang, musim hujan telah tiba?