Rabu, 30 Januari 2013

Ironi Bali

#1 Senyum tulus seorang anak tukang suwun yang harus bekerja hingga malam. @Pasar Badung


     Dimulai dari ajakan kawan untuk ikut meramaikan ulang tahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2012 lalu. Namun bukan di ajak ke Jakarta lalu bersalaman dan cipika cipiki sembari berucap, “Hey Bapak Presiden. Selamat ulang tahun!”. Tidak. Tentu tidak. Bapak Presiden tetap dengan selebrasi yang telah disiapkan oleh anak buahnya. Sedangkan kawan saya mengajak saya untuk ikut merayakannya dengan berbagi karya.


     Mengirim 1000 Kartu Pos untuk Presiden adalah inti  acara ini. Untuk yang ingin lebih tahu apa itu, klik saja disini. Singkat cerita, kawan saya itu mengajak membuat kartu pos untuk nantinya ikut dikirimkan bersama kawan – kawan dari belahan dunia yang lain kepada Bapak Negara. Tema? Bebas. Jumlah? Tak terbatas alias berapa saja bisa. Mulailah saya berburu dan mengumpulkan beberapa pesan yang nantinya saya buat dalam bentuk kartu pos dan dikirimkan via online.

     Awalnya bingung. Namun memang dikejar deadline membuat lebih kreatif. Akhirnya saya dapat menentukan tema yaitu “Seri Ironi Bali”. Alasannya? Cukup mudah. Berawal dari sebuah karya yang menyinggung sisi “nyata” Bali di sebelah Art Centre yang selalu ditutup saban PKB. Momen selebrasi kesenian yang juga merupakan saat dimana pemimpin negara hadir.

     Selain itu, terlalu banyak hal – hal mengagumkan yang mengekspos Bali kepada dunia. Tarian indah para Pregina. Alam Tanah Lot di kala sunset atau senyum dipaksakan anak – anak berkulit eksotis yang terpampang baik di media cetak maupun elektronik yang mampu menarik gelombang raksasa orang – orang untuk datang ke Bali.

     Sayangnya banyak juga hal – hal yang tidak terlalu mengagumkan yang kerap ditutupi  oleh petinggi agar Bali tetap terlihat ‘bersih’ di mata nasional hingga dunia. Munafik? Maybe YES! Hai dunia. Jangan terpaku pada iklan – iklan. Beberapa mungkin benar namun diantaranya telah tertutupi dengan rapi. Atas dasar itulah kenapa saya akhirnya membuat “Seri Ironi Bali”. Bukan untuk menjelekkan namun untuk sama – sama mengingatkan bahwa Bali bukan lagi pulau sorga. Ini hanya pulau kecil biasa yang semakin lama semakin sesak dengan segala orang maupun situasi yang terus bertambah di atas tanah bali yang semakin tua. Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, semoga anda pernah melihat karya kecil ini. Semua karya ini berjumlah tujuh buah dan tanpa rekayasa ditambah pesan dalam setiap gambar. Hanya bermodal kamera dan blusukan ke daerah yang dituju :))



#2 Wajah pantai kubur bertahun kemudian setelah terkena dampak reklamasi @Pantai Kubur

#3 Dua anak yang melihat tanah mereka bermain terampas di masa depan @sepanjang Pantai Padanggalak

#4  Pantai Geger yang tergerus proyek hotel Mulia @Pantai Geger

#5 Suasana jalan raya Bali setiap hari @By Pass Ketewel

#6 Suara masyarakat lewat karya yang sekarang telah hilang permanen @tembok di samping Art Centre

#7 Parade jual harapan dan warisan @sekitar jalan Penatih ke Sibang 

8 komentar:

.gungws mengatakan...

keren lah! :D

A.A Ngr. Bgs. Kesuma Yudha mengatakan...

@gungws Siiplah! :D

devi yustri yeni mengatakan...

keren banget kak tulisannya :')

A.A Ngr. Bgs. Kesuma Yudha mengatakan...

@devi : Makasi devi :D

devapradnyana88 mengatakan...

mantaab sangat dalam (y) expresi yg tak terungkap (y)

A.A Ngr. Bgs. Kesuma Yudha mengatakan...

@deva : Hahaha... Terungkap dengan cara sendiri lebih menyenangkan. Terima Kasih sudah berkunjung deva :)

Yan Sek mengatakan...

nice story

A.A Ngr. Bgs. Kesuma Yudha mengatakan...

@Yan Sek : Suksma :)