Jumat, 23 Maret 2012

Riuh Pengerupukan sebelum me-Nyepi (Tahun Baru Caka 1934)



     23 Maret 2012. Hari Air Sedunia yang juga bersamaan dengan Tawur Agung Kesanga, upacara sebelum hari raya Nyepi. Idealnya, di hari ini akan terjadi hingar bingar - hiruk pikuk masyarakat dalam prosesnya me-nyomia (menyucikan) para bhuta kala agar tidak mengganggu pada saat umat hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian esok harinya.



suasana perempatan tohpati sebelum pawai dan ketika akan dilangsungkan pawai ogoh - ogoh
Rame dan ada yang narsis juga :p
     Salah satu ciri Tawur Agung Kesanga (Pengerupukan) di beberapa daerah khususnya Bali adalah Ogoh – Ogoh.  Manifestasi bhuta kala – kali / sifat angkara murka manusia dalam bentuk patung raksasa ini kemudian diarak di seputaran desa dan dibakar. Untuk kali ini, bli gung yudha secara mantap merencanakan merekam momen tahunan tersebut. Lokasi yang dituju ‘ga  jauh – jauh dari rumah. Seputaran perempatan tohpati, Denpasar. Walau hanya sedikit yang terdokumentasi, berbekal hape tercinta yang akhirnya harus tewas kekurangan catu daya, kegiatan pengerupukan malam itu terasa sangat mengesankan. Riuh penasaran dari para penonton yang ingin menyaksikan ogoh – ogoh dari setiap banjar serta lelahnya para pecalang yang sibuk memperingatkan warga agar tidak terlalu merangsek ke tengah arena nguyeng ogoh – ogoh.

1

2

3

4

5 - hayo tebak, kemana jurusan ogoh - ogoh ini?

6

7
     Setelah malam itu adalah perayaan hari raya Nyepi. Nyepi yang sekaligus menjadi penanda pergantian tahun menjadi Tahun Baru Caka 1934 diperingati umat Hindu dengan melakukan Catur Brata Penyepian seperti Amati Geni (tidak menghidupkan api  / cahaya), Amati Karya (tidak bekerja / beraktivitas), Amati Lelungan (tidak bepergian keluar rumah) dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan). Setelah letih menekan hawa nafsu dan sifat angkara murka dalam diri, mari menyepi sejenak untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat hari raya Nyepi, Tahun Baru Caka 1934. Rahajeng.


4 komentar:

Man Angga mengatakan...

bli, kok kalo celuluk itu suka sekali ya pamer dada? apakah dia jelmaan turis yang lagi berjemur di kuta? ato dia ini mengejek satgas anti pornografi yang sebenarnya kerjaanya hanya mikirin yang porno2? minta polbeknya bli gung...ngkik

A.A Ngr. Bgs. Kesuma Yudha mengatakan...

dada kan udah ada dari lahir. dulu jenis pakaian ga sebanyak skrg, jadi pilihannya nutupin pake kain seadanya atau biarkan saja :))
kalo turis berjemur dada di kuta itu berarti mereka menghargai alam dengan cara berjemur, kalo satgas anti pornografi mah..... ga usah dianggep. kumpulan orang yang sibuk ngurusin hal yang sebenarnya ga perlu diurus.. :p
sampun man, tiyang sampun polbek blog keren ne nyoman nika :D

anggara mahendra mengatakan...

andaikan FPI masuk bali, kayaknya spanneng duluan liat nyonyok dimana-mana. apa berani ya mereka komplain ke celuluk yg gak pake beha? *ini kok malah bahas nyonyok ya?

A.A Ngr. Bgs. Kesuma Yudha mengatakan...

hahaha... bisa jadi mereka gusar karena banyak yang harus ditangkep... coba aja tangkep ogoh2 leak nya kalo mau :p
*iya nih, iih, anggara vulgr kali bahasannya :p