Selasa, 21 Februari 2012

Ini #SIKAP 1



Belakangan media massa memberi berita mencengangkan.
Berbagai hal yang tercermin minus dalam setiap artikel yang meruak pada masyarakat.
Penurunan kualitas manusia yang ditunjukkan dengan berbagai sikap pembunuhan. penganiayaan, pemerkosaan, ancaman.
Khusus untuk no 3, aku sangat tidak suka.
Sama tidak suka layaknya kebencian akut seperti duri yang tertinggal di dalam luka yang bernanah.
Dibenci, dihina, dikutuk.
Apa yang didapat dari menginjak injak masa depan gadis yang terenggut kesuciannya secara paksa?
Tidak ada! Pemerkosa yang mendapat kepuasaan dari kedegilan yang dilakukan, tak lebih tinggi derajatnya dari seekor anjing sekarat kudisan.
Rasa - rasanya anjing kudisan lebih memiliki nilai saat disejajarkan dengan mereka.
Merekalah cerminan amoral dari sistem masyarakat kita yang merdeka berdemokrasi.
Sistem yang belum siap dan berani membela hak kaum tertindas (korban perkosaan) melawan kenyataan yang (kadang) memiliki keberpihakan mata pisau.
Pelaku dikurung 5-10tahun dalam peraturan pidana.
Penerus bangsa belia yang telah terkurung trauma belum tentu bangkit dalam 2 dekade kedepan.
Dimana moral mereka sebagai pendukung stabilitas negara ini?
Sungguh nikmatkah merampas harapan yang kadung mereka binasakan?
Bagiku mereka sampah.
Pemerkosa adalah mahluk tak berotak, paling tidak bernurani yang pantas hidup dalam rimba,
Jangan, jangan rimba.
Itu terlalu bagus.
Lempar saja mereka ke padang pasir tanpa batas atau hamparan es kutub tak bertuan sebagai hadiahnya.
Sampai raga dan jiwa mereka tandas saat diperkosa alam.


ini #SIKAP

2 komentar:

Anonim mengatakan...

hwee,,dasar pemerkosa hak

A.A Ngr. Bgs. Kesuma Yudha mengatakan...

@anonim : pemerkosa hak? hak siapa?