Senin, 03 Januari 2011

(Ga) Galau ?



Definisi kata galau, mendeskripsikan suatu keadaan yang tidak nyaman dalam suatu waktu (menurut definisi saya). Kira – kira, hal apa saja yang membuat seseorang menjadi galau? Baiklah, hal apa saja yang membuat seseorang menjadi tidak nyaman?
       Dalam suatu kasus, seseorang bisa menjadi galau pada saat dia putus dari pacarnya. Bisa juga karena tidak menyelesaikan ujian penting dengan baik sehingga dia berpotensi galau. Penyebabnya jelas dan satu - satunya cara untuk menghilangkan rasa galau itu, ya, memperbaikinya. Jika diputus oleh pacar, mungkin ada beberapa sifat yang harus diperbaiki. Saat tidak lulus ujian, maka seperti orang lain katakan, kembali belajar dan berusaha di semester depan. 

            Namun, apakah perasaan galau itu bisa muncul tanpa penyebab yang jelas? Layaknya suatu hari ketika tertawa bersama teman – teman dan dalam waktu sepersekian detik, kita dapat terdiam dan merasa gundah sendiri. Atmosfer berubah. Suasana tiba – tiba menjadi tidak menyenangkan. Mencoba mencari penyebabnya, yang ada malah ingin lari ke pantai sambil berteriak sekeras kerasnya. Kalo bagi para gadis, fase ini muncul pada saat PMS. Eh, disini kita tidak membicarakan PMS. Seperti yang dikatakan di awal, perasaan galau yang muncul tiba – tiba tanpa penyebab yang jelas. Jadi kategori PMS tidak termasuk.

            Laki laki ataupun perempuan sepertinya pernah berada dalam kondisi seperti ini. Perasaan aneh yang muncul tanpa sebab yang jelas dan membuat kita tidak nyaman dalam rentang waktu tertentu. Terkadang bagi beberapa orang, mereka tidak berusaha menampik perasaan itu. Ataupun mengalihkan perasaannya kearah yang lebih baik. Kadang mereka menikmatinya. Suasana yang membuat ruang privasi dalam diri mereka menjadi semakin lebar. Ruang khusus yang hanya mereka sendiri yang tahu. Yang dimana hanya mereka sendiri yang mengalaminya. 

            Seperti kata seorang sahabat kepada saya, “Perasaan nyaman ini muncul justru pada kondisi yang sebenarnya tidak nyaman. Jika diandaikan sumbu, kita harus menghabiskan potongan sumbu ini hingga benar – benar habis terbakar tanpa sisa”. Tanpa disadari, saat kita mengalihkan perasaan galau yang dialami, kita tidak benar – benar memperbaikinya. Tapi hanya meloncatinya menuju perasaan yang lebih baik. Begitu suasana itu kembali, kita akan kembali ke ruang kegalauan itu tanpa disadari. Dan seperti tabungan, tanpa berusaha memperbaiki ruang privasi yang memerangkap ke-galau-an kita sebelumnya, sedikit demi sedikit perasaan tidak nyaman itu berkumpul dan hanya tinggal menunggu waktu hingga bom waktu itu meledak, DUAR !

            Apakah kalian pernah merasa seperti itu? Seakan - akan bahwa perasaan tidak nyaman yang tidak tertolong. Hingga kadang status facebook atau twitter menjadi media untuk menyalurkannya. Beberapa orang melihat ini sebagai suatu hal yang berlebihan. Lain kepala lain pemikiran. Ada juga beberapa orang yang menganggap hal ini lumrah. Di musik pun ini terjadi. Genre EMO (sional) dengan tampilan musisi dengan rambut poni lempar dan lirik yang mengarah ke kegalauan diri. Sayangnya masih didominasi kearah cinta. Ada yang suka ada yang mencekal. Kata beberapa orang, “Cengeng! masa I die if I can’t live with you?” Oke,oke, mungkin ini sudah terlalu jauh. 

            Ada beberapa perbedaan cara dalam menyingkapi perasaan yang disebut galau ini. Perempuan dapat curhat dengan temannya dan menangis dipelukan sahabatnya hingga ia benar benar merasa tenang. Laki laki pun dapat curhat dengan temannya sambil berusaha berfikir logis tentang cara menenangkan dirinya. Perasaan tidak nyaman ini muncul berbanding terbalik sebanyak kita tertawa dalam hidup. Seperti konsep keseimbangan. Kata seseorang kepada saya, “Jangan terlalu banyak tertawa, nanti sedihnya bisa lama”. Untuk beberapa saat saya mengacuhkan sarannya, tapi percayalah, sepertinya dia benar. Brrr… jadi takut tertawa lama – lama. nanti galaunya bisa lama lagi.

            Perasaan galau itu kadang menyenangkan. Kalau dalam pemikiran saya, itu saat dimana saya dapat menjauh sebentar dari kehidupan sosial untuk kembali melihat diri saya secara utuh. Mungkin penyebabnya karena disaat galau saya tidak pintar berinteraksi dengan orang lain. Takut merubah mood orang lain menjadi negatif. Berfikir lebih baik menjauh sebentar untuk merenovasi diri. Sebelum orang lain terekonstruksi karena kegalauan saya.

            Secara pribadi, ketika galau apa yang kamu butuhkan? Mungkin perhatian atau seseorang yang mau menemani? Dari beberapa yang saya tanyakan sih begitu jawabannya. Peran seorang sahabat sangat diperlukan ketika kita masuk dalam fase ini. Ketika mereka mau membagi waktunya dan juga menemani saat kita berusaha menjadi lebih baik. Dalam arti memperbaiki ruang kenyamanan dalam situasi tidak nyaman tersebut. Bukan meloncatinya untuk kembali suatu saat dan menabung perasaan tidak nyaman tersebut untuk meledak sewaktu waktu. Atau waktu privasi yang tersedia eksklusif ? Sehingga kita bisa berfikir dalam menyikapi sikap dan perasaan kita menjadi lebih baik.

            Galau itu adalah sebuah kata. Kata yang mendeskripsikan hal yang lebih luas daripada penjelasan diatas. Ini karena setiap orang memiliki persepsinya sendiri terhadap kata ‘galau’ tersebut. Bagi kalian mungkin berbeda. Tidak setiap orang ingin menjadi galau. “Mungkin ini cara alam mendidik kita”, sekali lagi kata seorang teman kepada saya. (yo)

*Tulisan aneh ini dibuat selang sehari setelah percakapan cerdas dan menenangkan dari seorang sahabat kepada saya. Terima kasih karena mau membantu berdiskusi saat saya galau ditemani dua es krim, satu kentang goreng dan burger di sebuah gerai franchise di Denpasar pada malam hari.

7 komentar:

Renitha mengatakan...

galau>> keadaan dmana kita hanyut dalam dunia dan pikiran kita sendiri..khususny yg mellow2..

tapi galau itu sehat bwt pikiran kita yg sering brusaha keras n mnggebu2..galau mengistirahatkan itu dr pikiran kita..
galau sehat slama masi bisa sadar n tw batasny.. :D
hidup galau! \m/

Media Imajinasi mengatakan...

Sangat menggalau dan menginspirasi bagi para galauers...

makasih nitha... semoga galau itu malah menjadi pemacu dalam segala kegiatan ke depan....

Yeah! :D

'dya_ndudh mengatakan...

hoho.. yudhaku galau.. :)
makan ama sapa thu ??
wkwk.. galau, galau, sebuah perasaan yang kita sendiri sebenarnya tidak bisa mengungkapkannya, tiba-tiba tidak nyaman dg diri atau keadaan, tentu tanpa sebab yg jelas, mungkin pemikiran atau perenungan yg bisa membantu, tp gag jarang juga, kita tidak bisa bijaksana dlm menyikapi hal itu.. (biasa mengalami)..
hahahaahahaaahaa.. :)

Media Imajinasi mengatakan...

wah, sepertinya wdy sudah ahli menyikapi kegalauan itu... mohon ajari saya untuk mengantisipasi keadaan lagalau yaaa :D

.gungws mengatakan...

beh..ga ngajak2 ngeskrim :( #galau

'dya_ndudh mengatakan...

@ yudha : caiiilah yudhaku galauuuu.. :D
@ k'ws : kak ws ikutan galaauuu..

semua galaaaauuuu.. :D jadi pengn dibeliin magnum..

Media Imajinasi mengatakan...

ws : mendadak waktu tiu koq :D
@wdy : la? apaq hubungannya ma magnum??? @,@