Jumat, 09 Mei 2014

Bergerilya Bersama Ngurah Rai


     Kalau di analogikan, buku 'Bergerilya Bersama Ngurah Rai' termasuk dalam kategori action. Sedikit drama di beberapa bagian. Tapi bukan drama alay versi televisi masa kini. Penceritaannya sangat humanis juga masuk akal. Tidak heran karena sang penulis merupakan pelaku utama dari isi buku ini. Beliau bernama I Gusti Bagus Meraku Tirtayasa. Pak Tirtayasa juga adalah anak buah dari Overste I Gusti Ngurah Rai. Karakter yang juga menjadi fokus cerita dari buku yang berjudul sama ini.

     
     Jika kemerdekaan merupakan suatu tujuan, maka inilah yang menjadi fokus Ngurah Rai dalam perjuangannya. Anak muda Indonesia yang tergabung dalam beberapa kelompok kecil hingga besar dalam mempertahankan kemerdekaan. Ketika Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 1945, tidak sampai setahun, Belanda datang berbondong - bondong untuk mengambil alih kembali kekuasaannya yang bertahan sampai 3,5 abad lampau di tanah nusantara. Sepanjang 220 halaman buku ini, saya disajikan berbagai kejadian yang terjadi 68 tahun silam di pulau Bali kala pejuang kemerdekaan kita mempertahankan mati-matian tanah kelahirannya dari cengkeraman Belanda. Penuh aksi, laga tingkat tinggi, konspirasi terselubung yang dipaparkan secara lugas oleh Tirtayasa selaku sosok yang mendampingi Ngurah Rai dalam perjuangannya. Sampai akhirnya, yah... Ngurah Rai meninggal dalam berondongan peluru milik musuh. I Gusti Ngurah Rai kini telah dikenal sebagai pejuang kemerdekaan dari Bali.


     Oh ya, cerita ini bukan fiksi. Ini adalah bagian sejarah yang patut dilestarikan dan diteruskan kepada kita sebagai generasi muda. Meneruskan kembali semangat kemerdekaan sejati dan tidak hanya bercuap - cuap juga beraksi kosong dalam prakteknya hari ini. Yah, walaupun kita sekarang tidak perlu menggunakan bambu runcing dan berperang tapi setidaknya arti kemerdekaan dapat kita maknai dengan maksimal. Buku ini sudah tidak diproduksi setelah tahun 1994. Wauw... sungguh beruntung saya dapat memiliki buku ini dan kesemua alasan itu juga yang membuat saya suka buku ini. Peace and rock! \m/

Tidak ada komentar: