Langsung ke konten utama

Tanpa Batas (menuju 2014)


     Hari ini penghujung tahun 2013. Sudah siapkan terompet dan kembang api untuk perayaan nanti malam? Jalan – jalan juga menyenangkan lo. Karena malam tahun baru-an pasti banyak acara dan keramaian di jalan. Kalau jalan – jalan, inget jaga gebetan dan pacar sebelum hilang di kerumunan ya :) Buat yang jomblo – jomblo, jalan sama temen – temen juga bakalan asyik banget.
     
     Woohoo, bisa dipastikan nanti malam akan ceria maksimal. Senang. Membuat bahagia. Kalau ngomongin bahagia, apa sih hal – hal yang membuatmu bahagia? Kalau bagiku, hal yang bisa membuat bahagia adalah saat kalian bisa senang ketika menonton satu persembahan karya ini. Sebuah film pendek dengan judul Tanpa Batas.
    
      Terima kasih kepada UKM Kesenian UNUD yang kuajak bekerjasama dalam pembuatan film ini. Juga terima kasih pribadiku kepada tahun 2013 yang telah memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Selamat menyambut tahun yang baru dengan harapan dan mimpi  - mimpi baru. Selamat tahun baru untuk aku dan kamu :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diperkosa angin di Batur yang dingin

     “Beneran nih ga apa? Serius nae yud,” suara seorang pemuda tanggung memecah suasana di balebengong sekitar kawasan pos jaga Batur. “Sante aja be, ‘mereka’ pasti datang. Tapi cuma ngeliatin aja koq,” jawabku di sebelahnya diikuti pandangan menunggu dari 1 pemudi dan 2 pemuda lainnya. “Oke, gini ceritanya, waktu itu aku dan adikku pernah ngeliat bayangan hitam gede banget waktu lewat di jalan (tiit),” pemuda yang bernama Abe itu pun memulai ceritanya. “Terus?,” tunggu pemuda lain yang bernama Kris sambil mulai memperhatikan dengan seksama si pemberi cerita. “Awalnya ku kira itu orang yang lagi diem di belakang pohon, eh, ga taunya…” mulai mencondongkan tubuhnya dan… PLAK! “Huwaaa! Apa tuuu?” baik Abe, Kris, pemudi yang bernama Novita, dan pemuda lain yang bernama Rendra lompat dari posisi mereka dan menubruk aku yang berada paling jauh dari suara berdebam tiba – tiba itu. “Tuh kan, iseng banget sih kalian cerita horor di jam 12 malam di kaki gunung Batur...

MENEMANI PERJALANAN PADA MASA PANDEMI

Pandemi kali ini membuat saya banyak menghabiskan waktu untuk diri sendiri. Mulai dari melaksanakan perkuliahan bagi mahasiswa saya secara online, kerja  remote , komunikasi lebih banyak menggunakan akses internet dan berbagai macam lainnya dalam kamar studio 5x4 meter di rumah. Keluar rumah hanyalah untuk membeli makanan atau mengambil foto dan video di alam bebas untuk keperluan  project  (tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan). Untuk memenuhi jumlah stok foto yang diinginkan, tentunya saya pergi ke beberapa daerah dan tidak jarang tempatnya saling berjauhan. Ketika berada di area yang cukup sepi, saya mencoba untuk berkomunikasi melalui   texting  WA dengan kawan. Pesan terkirim dengan cepat. Begitu pun kala mengirim  draft  foto dengan email.  Attachment  email sampai dengan selamat. Semua ini tidak lepas dari peran kartu smartfren UNLIMITED dengan Extra Unlimited Malam Full Speed yang masuk di  smartphone . Dengan pemak...

Puisi Anonymous – Sahabat

     Aku lupa kapan pernah pergi ke salah satu SD di daerah Sudirman, Denpasar. Karena harus mengurus suatu urusan yang belum terurus, jadilah waktuku harus teralokasikan sedari pagi disana. Dalam postingan kali ini, sesungguhnya dan sebenarnya, tidak bercerita tentang kegiatan yang kulakukan di SD bersangkutan. Namun lebih kepada puisi tempel dinding yang sekejap mengambil perhatianku dan mematungkan diriku dengan setiap kalimat didalamnya. Sangat polos. Sangat jujur. Sangat keren.