Langsung ke konten utama

Postingan

Berubah menjadi Pintar, ZEN POWER SLIM 6000

Komunikasi adalah sebuah cara dalam menyampaikan informasi bagi manusia. Dengan kejelasan informasi yang diberikan, manusia kemudian mampu mengadaptasi diri untuk menjadi lebih baik. Berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi, kecepatan dalam mengirim dan menerima informasi lantas menjadi suatu hal yang sahih tatkala manusia juga dituntut untuk mengikuti tren manusia terkini dalam kehidupan global yang semakin dekat dan cepat dimanapun kita berada. Kekuatan dalam perjalanan informasi yang cepat juga membutuhkan perangkat tertentu yang diharapkan mampu memperbaiki dan menaikkan kinerja kebutuhan manusia di jama n sekarang. Internet. Gadget. Merupakan dua diantara banyak hal yang menjadi idola bagi masyarakat kita dari tua sampai muda. Semua kegiatan dalam kehidupan kita kental dengan dua hal tersebut. Menolak menjadi opsi terakhir bagi kita untuk merespon perubahan yang ada. Karena sesungguhnya, menolak perubahan bisa diindikasikan bahwa manusia sudah tidak mampu untuk berfikir, ...

Gunung Agung yang Mulai 'Bangun' dan Kisah di Sekitarnya

Hari itu, 27 September 2017. Mendekati jam 10 pagi, sebuah mobil Ranger mengarah lurus ke arah Gunung Agung. Saya bersama dua orang di mobil tersebut memiliki misi untuk membawakan bantuan logistik yang diperlukan bagi para pengungsi Gunung Agung. Sebagai cerita awal, sejak beberapa hari yang lalu Gunung Agung telah memperlihatkan gejala aktif yang ditandai dengan gempa dan laporan mengenai peningkatan aktivitas magma. Sejurus kemudian, “Kebangkitan” Gunung Agung telah membuat sekitar 40.000-an warga di sekitarnya harus memutuskan untuk mengungsi.    Walaupun telah dianjurkan untuk mengungsi bahkan oleh pemerintah, ternyata hampir setengah dari hitungan tersebut tetap tinggal di dekat area rumah mereka. Alih - alih meninggalkan rumah demi keselamatan, kebanyakan kembali karena harus memberikan makanan bagi hewan ternaknya yang tidak mungkin mereka bawa. Kejadian ini juga menarik begitu banyak simpati dari masyarakat Bali untuk membantu dalam menyediakan penampungan Pengungsi...

AWAS! Wabah Pentol Korek Mengintai!

Pemikiran ini bermula setengah dekade yang lalu ketika saya baru saja menyelesaikan pendidikan strata satu di sebuah universitas di Bali. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, sejenak diri ini mendapatkan lebih banyak waktu untuk menengok ke segala sisi dan menelisik lebih jauh tentang apa yang terlewat semasa dahulu sibuk berkutat dengan tugas kuliah, organisasi, maupun berbagai kegiatan berguna dan tak berguna lainnya. Dengan kata lain, selepas acara wisuda, waktu saya menjadi lebih banyak lowong sambil menyambi kerja di sebuah organisasi seni di bilangan daerah wisata di Bali.

Film maker – Half time Lecture – Full time Rocker

            Beberapa tahun lalu saya adalah mahasiswa tingkat akhir yang merangkak perlahan menyelesaikan skripsi. Beberapa tahun sesudahnya, saya kembali menjadi penggiat film yang pernah digeluti bertahun yang lalu. Berbulan yang lewat saya menjadi dosen untuk sebuah institusi setelah menyelesaikan tesis yang cukup mencekik. Beribu detik selanjutnya saya berada dalam formasi Duo Rock, MR HIT.             Duo Rock? Ya. Dua orang yang memainkan musik rock. Drum dan gitar. Itu saja. Aneh? Ga masalah. Yang penting Pede. Selain itu ternyata ini sangat membantu menghilangkan jenuh di tengah kegiatan akademis yang kadang menyita perhatian. Pagi nya boleh lah berpakaian rapi dengan etika layaknya soko guru yang siap membantu memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Selanjutnya diakhiri dengan loncat - loncat di atas panggung dan teriak - teriak sampai serak. Tapi Puas! btw, Sekarang MR HIT ber empat loh. hahaha... akhirnya kita ...

Pengkotakan Sosial yang ditampar Agama Baik

Masyarakat memerlukan agama / kepercayaan sebagai media untuk mendekatkan diri dengan hal yang bersifat religi. Bagi saya religi tersebut bukan semata mata membicarakan agama namun lebih kepada perasaan personal terhadap apa yang anda yakini. Ada beberapa sudut dalam diri manusia yang tidak akan selalu mampu dinalar dengan hitungan dan logika yang pasti. Suatu ruang yang diperlukan untuk hidup dan berfikir secara independen dan mengaitkan dirinya dengan keberadaan alam semesta yang luas ini. Sampai saat ini, agama dan kepercayaanlah yang mampu memberi bagian untuk itu. Contohlah ketika kita bingung harus bertindak seperti apa padahal segala cara sudah kita tempuh, alhasil kita akan berserah diri pada suatu kekuatan di luar diri dan memohon yang terbaik.

Agama HAM dan Krisis Toleransi dalam Masyarakat Sosial Media

2016. Masa ketika tulisan ini dibuat, penulis sedang berada di dalam suasana yang modern. Mulai dari penyampaian pesan yang sangat cepat, Batas dunia yang semakin tipis. Gadget canggih yang bertebaran namun tidak dibarengi dengan kesiapan mental yang cukup. Penulis sadar bahwa tidak ada yang salah dengan itu. Perubahan adalah hal yang selalu terjadi dan menjadi hakim atas semua kemungkinan kehidupan manusia di dunia. Apa yang ada dalam kepala ketika teringat masa dimana kehidupan begitu sederhana menjadi berbeda saat membuka mata dan melihat keadaan sekitar di jaman ini. Smartphone yang didaulat sebagai piranti canggih tidak serta merta dimiliki pengguna yang juga smart . Berbagai informasi dapat ditilik dan dinilai secara individu. Pergeseran mental, isu SARA, modifikasi sejarah merupakan sedikit hal dan pengaruh yang diterima oleh kita saat ini. Lewat sebuah piranti dengan besarnya yang tidak lebih dari 6 inch , masyarakat kita sudah belajar banyak. Masyarakat kita sudah le...

Hari Ibu, Tulisan dan Agama

Gung Byang Mirah Postingan ini muncul secara spontan di hari ini. Di hari Ibu. Sebuah hari yang dimana semua anak diseluruh dunia melihat ibu mereka sebagai sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan. Sejatinya kita semua telah menghargai ibu kita masing – masing. Namun perlu rasanya dibuat semacam selebrasi seperti hari ibu ini . Yah, seperti tahun baru ataupun ulang tahun yang selalu dirayakan dengan menyenangkan. Postingan tentang ibu pernah saya muat di sini . Semacam kilas balik yang membuat saya berfikir kembali bahwa kehadiran seorang ibu merupakan sesuatu yang sangat penting bagi diri seorang anaknya. Apalagi ketika waktu menjadi sebuah penentu pertemuan mereka. Mata saya mengekor aktivitas ibu saya bersembahyang dan keluar bersama aji (panggilan untuk ayah) menuju ke suatu tempat. Melihat kondisi ibu maupun aji yang sehat dan tetap kompak membuat saya semakin bersyukur.