Langsung ke konten utama

Parade Senja Menggila


        Senja itu unik. Diawali pagi, berlanjut siang, menuju sore dan berakhir malam, terdapat senja yang indah. Bagiku senja itu waktu terseksi yang terselip antara hangatnya sore dan intimnya malam. Sebuah masa yang bertahan tidak lebih panjang dari membaca dua buah tulisan berbeda di blog bligungyudha.blogspot.com ini.
     Apa yang menarik dari senja? Banyak! Matahari akan dan baru saja terbenam adalah pada saat senja. Hanya senja yang mampu menghadirkan suasana berbeda (setidaknya bagiku) dibandingkan suasana lain. Mungkin karena waktunya yang singkat, sehingga keindahan yang ditampilkannya tidak selugas suasana pagi, siang, sore atau malam. Begitu rapi namun begitu rapuh.
     Sering tertegun saat menyaksikan langit memerah spontan, oranye yang teduh, siluet pohon yang terasa gagah menantang dan kecantikan lain yang bisa dilukiskan dengan senja. Ingin menikmati senja itu? Semoga beberapa hasil potrekan di bawah dapat mem-visualisasikan senja yang kuelu – elukan dari awal postingan ini. Biar tambah adem, coba lihat sambil menikmati kripik diselingi teh hangat di tangan. Diselingi lagu Senja Menggila oleh White Shoes and the Couples Company. Nikmati senjamu kawan. Temukan kemewahan alam yang satu ini :)
 



  












 





potrekan berasal dari dokumentasi pribadi :)

Mau lihat versi lain dari Parade Senja Menggila oleh Tara A. ? Silakan meluncur kesini :)

Komentar

Renitha Prawita mengatakan…
begitu rapi, namun begitu rapuh..
keindahan yg sesaat, tapi membawa rindu yg lama.. :D
@nth : Senja itu begitu rapi, namun juga rapuh sekali.....
senja itu... Indah ya? :)
Renitha Prawita mengatakan…
iya..jd inget lagunya Monita yg judulnya senja..
uehhehehehhe :D
Tara Anggita mengatakan…
wahaaaa :D
sesuatu banget
saya paling suka ngrasain senja kalo lagi diem di radio :p
@nth : bagus ya lagunya :)
@tara : senja memang paling asik buat ngelamun lo :P
Fenofa mengatakan…
Great!
Senja melantunkan kata-kata penuh asa, terimakasih telah menuliskan tentang senja dengan indah :)
@fenofa : sama sama kawan pencinta senja :))

Postingan populer dari blog ini

Diperkosa angin di Batur yang dingin

     “Beneran nih ga apa? Serius nae yud,” suara seorang pemuda tanggung memecah suasana di balebengong sekitar kawasan pos jaga Batur. “Sante aja be, ‘mereka’ pasti datang. Tapi cuma ngeliatin aja koq,” jawabku di sebelahnya diikuti pandangan menunggu dari 1 pemudi dan 2 pemuda lainnya. “Oke, gini ceritanya, waktu itu aku dan adikku pernah ngeliat bayangan hitam gede banget waktu lewat di jalan (tiit),” pemuda yang bernama Abe itu pun memulai ceritanya. “Terus?,” tunggu pemuda lain yang bernama Kris sambil mulai memperhatikan dengan seksama si pemberi cerita. “Awalnya ku kira itu orang yang lagi diem di belakang pohon, eh, ga taunya…” mulai mencondongkan tubuhnya dan… PLAK! “Huwaaa! Apa tuuu?” baik Abe, Kris, pemudi yang bernama Novita, dan pemuda lain yang bernama Rendra lompat dari posisi mereka dan menubruk aku yang berada paling jauh dari suara berdebam tiba – tiba itu. “Tuh kan, iseng banget sih kalian cerita horor di jam 12 malam di kaki gunung Batur...

MENEMANI PERJALANAN PADA MASA PANDEMI

Pandemi kali ini membuat saya banyak menghabiskan waktu untuk diri sendiri. Mulai dari melaksanakan perkuliahan bagi mahasiswa saya secara online, kerja  remote , komunikasi lebih banyak menggunakan akses internet dan berbagai macam lainnya dalam kamar studio 5x4 meter di rumah. Keluar rumah hanyalah untuk membeli makanan atau mengambil foto dan video di alam bebas untuk keperluan  project  (tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan). Untuk memenuhi jumlah stok foto yang diinginkan, tentunya saya pergi ke beberapa daerah dan tidak jarang tempatnya saling berjauhan. Ketika berada di area yang cukup sepi, saya mencoba untuk berkomunikasi melalui   texting  WA dengan kawan. Pesan terkirim dengan cepat. Begitu pun kala mengirim  draft  foto dengan email.  Attachment  email sampai dengan selamat. Semua ini tidak lepas dari peran kartu smartfren UNLIMITED dengan Extra Unlimited Malam Full Speed yang masuk di  smartphone . Dengan pemak...

Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran (Resensi) - 2012

makanan ringan + bacaan berbobot       “ Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perang tengah berkecamuk di Pasifik…” Sebuah catatan pada tahun 1957 tercipta dari tangan seorang generasi Indonesia keturunan Cina. Namanya Soe Hok Gie. Seseorang yang hidup pada era orde lama yang selanjutnya menjadi salah satu tokoh penting dalam pergerakan perubahan yang terjadi di Indonesia saat itu.